Home Terbaru Disnaker DKI Terbitkan Anjuran Atas Polemik PHK Anak Perusahaan Artha Graha Grup

Disnaker DKI Terbitkan Anjuran Atas Polemik PHK Anak Perusahaan Artha Graha Grup

berita.ayopos.com , Update Terbaru May 25, 2022 1:18 am

TEMPO.CO, Jakarta – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan juga serta Energi DKI Jakarta menerbitkan anjuran atas polemik Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) anak perusahaan dari Artha Graha Grup. PHK tersebut menyasar kepada ratusan pekerja alih profesi berasal dari prajurit TNI di PT Pesona Karya Bangsa, PT Bakti Artha Reksa Sejahtera, dan juga serta sejak 30 April 2021.

kami proses sesuai dengan ketentuan, namun masing-masing pihak pada pendiriannya sehingga sesuai dengan kesepakatan tersebut, kami mengeluarkan anjuran,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Industrial dan juga serta Kesejahteraan Pekerja Kemnaker Purnomo, saat dihubungi, Selasa, 24 Mei 2022.

Anjuran yg terlampir diterbitkan di dalam surat bernomor 27/ANJ/D/IV/2022 yg dikeluarkan pada tanggal 28 April 2022. Surat tersebut terbit sehubungan dengan Mediasi Perselisihan Hubungan Industrial yg tercatat pada tanggal 16 Februari 2022.

Kemudian dilimpahkan ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan juga serta Energi Provinsi DKI Jakarta pada 4 Maret 2022. Mediasi yg dilakukan belum menentukan titik terang, maka pihak dinas mengeluarkan surat anjuran.

Purnomo mengatakan, usaha penyelesaian telah berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Namun sampai saat ini, pihak berasal dari perusahaan Artha Graha Grup belum menyampaikan persetujuan atas anjuran yg dikeluarkan.

Baca Juga :  [Ayopos-Berita]-MAKAN SAMYANG BARENG RYAN

di dalam anjuran tersebut, pihak pekerja dan juga serta Artha Graha Grup dan juga pekerja mesti memberikan jawaban tertulis di dalam waktu 10 hari kerja setelah surat keluar. Apabila kedua belah pihak belum menanggapi, maka mesti menempuh penyelesaian di jalur pengadilan.

“Itu kan telah menjadi kewajiban masing-masing pihak apabila setelah 10 hari dikeluarkan anjuran. apabila tidak memberikan jawaban, artinya dapat menempuh jalur yg lebih tinggi. Artinya masuk pengadilan,” ungkap Purnomo.

Ada pun tujuh anjuran yg diberikan kepada pihak yg bersengketa:

  1. Agar pengusaha PT Pesona Karya Bangsa atas PHK terhadap 65 orang pekerja alih profesi memberikan hak pekerja sesuai Pasal 43 Ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021.
  2. Agar pengusaha PT Bakti Artha Reksa Sejahtera atas PHK terhadap 62 orang pekerja alih profesi memberikan hak pekerja sesuai Pasal 43 Ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021.
  3. Agar pengusaha PT Pesona Karya Bangsa dan juga serta PT Bakti Artha Reksa Sejahtera membayar tunjangan hari raya (THR) keagamaan kepada pekerjanya yg belum dibayarkan sejak Tahun 2018.
  4. Agar pengusaha PT Pesona Karya Bangsa dan juga serta PT Bakti Artha Reksa Sejahtera membayar upah selama di dalam proses yg belum dibayarkan berasal dari Januari-April 2021.
  5. Agar pekerja PT Pesona Karya Bangsa (65 orang) dapat menerima anjuran sebagaimana poin nomor 1, 3, dan juga serta 4 di atas.
  6. Agar pekerja PT Bakti Artha Reksa Sejahtera dapat menerima anjuran sebagaimana poin nomor 2, 3, dan juga serta 4 di atas.
  7. Agar kedua belah pihak memberikan jawaban secara tertulis atas anjuran tersebut di atas selambat-lambatnya di dalam jangka waktu 10 hari kerja setelah menerima anjuran ini, dengan ketentuan:
    a. Apabila kedua belah pihak menerima anjura, maka pihak mediator Hubungan Industrial hendak membantu membuatkan perjanjian dengan dan juga serta didaftarkan ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
    b. Apabila salah satu pihak atau kedua belah pihak menolak anjuran, maka salah satu pihak atau kedua belah pihak dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan tembusan kepada Mediator Hubungan Industrial.
Baca Juga :  Tanggapan Wakil Rektor Terkait Artikel Tugas Kuliah Ajakan Mahasiswa UB Bergabung ke ISIS

Sebelumnya, Majalah Tempo memberitakan persoalan ini pada tanggal 27 Februari 2022. Alasan PHK kepada 65 orang di PT Pesona Karya Bangsa dan juga serta 62 orang di PT Bakti Artha Reksa Sejahtera ialah kinerja prajurit TNI tersebut dinilai tidak bagus.

“Kami tak datang ke Dinas Tenaga Kerja karena masalah ini hendak diselesaikan secara bipartit,” ungkap Direktur Utama PT Pesona Karya Bangsa Bernardy Darmawan, Jumat, 25 Februari 2022.

Terkait perkembangan anjuran tersebut, Juru Bicara Artha Graha Peduli Hanna Lilies Puspawati dihubungi hari ini mengatakan belum mengetahui info detailnya. “Saya masih tugas di Kendari, saya sendiri terus terang belum dapat info detailnya,” katanya melalui pesan singkat, Selasa, 24 Mei 2022.

Baca Juga :  [Ayopos-Berita]-Erika Richardo Dan Owen Ketemu Teman Indo Di Belanda🥳!! - Viral || #erika tiktok

Eks prajurit berpangkat Letnan Kolonel yg serta selaku pekerja, Dwi Jatmiko, mengatakan, masalah muncul sejak akhir Maret dan juga serta Desember 2021 yg mem-PHK sekitar 500 mantan anggota TNI. Mereka berasal dari pensiunan berpangkat Sersan sampai Brigadir Jenderal.

574 personel direkrut lewat program alih profesi kerja sama antara Markas Besar TNI dan juga serta Artha Graha Grup pada 2018. Grup perusahaan itu menyatakan siap menerima anggota TNI yg ingin berkarir di sejumlah anak perusahaan.

Setelah anjuran berasal dari dinas ketenagakerjaan keluar, Dwi mengatakan pihaknya menerima dan juga serta menyetujui anjuran yg dikeluarkan. Namun sampai hari ini belum terdapat kabar mediasi lanjutan dengan pihak anak perusahaan Artha Graha Grup. “Langkah pekerja Apabila tuntutan tidak dibayarkan setelah 10 hari anjuran dikeluarkan hendak melanjutkan tuntutan ke pengadilan Perselisihan Hubungan Industrial,” ujarnya saat dihubungi pada hari ini.

FAIZ ZAKI | RIKY FERDIANTO

Baca serta: Mengapa Artha Graha Menghentikan Kerja Ratusan Mantan Prajurit TNI

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video pilihan berikut ini: